Pengertian Sahum (Puasa)
| Source:tongkronganislami:net.com |
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Alhamdulilahirobbil'alamin ikhwan dan akhwatufiddin sekalian yang di rahmati oleh Allah swt, bertemu lagi nih kita.Pertama-pertama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadiroti Robbi, yang mana telah memberikan kita beribu-ribu nikmat yang terhingga, terutama yang paling utama adalah nikmat Iman dan Islam.
Selawat berserta salam marilah kita curahkan kepada jungjungan kita Nabi besar Muhamad saw. Kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, para ulama,para tab'in, dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua sebagai penerus risilahnya,Aamin Ya Allah Ya Robbal'alamin.
Baikalah, saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah swt, alhamdulillah sekarang penulis ingin kembali berbagi kepada saudara - saudara sekalian. Mudah-mudahan apa yang kita niatkan dan pelajari saat ini, menjadi bekal untuk tetap kita berada melangkah, berjuang,dan istiqomah dijalan-nya, Aamin.
Alhamdulilah penulis disini Insya Allah ingin berbagi sedikit tentang pengertian Puasa.
Menurut bahasa, shaum berasal dari kata : "shooma- yashuumu -shauman/ shiyaaman", artinya menahan dari sesuatu.Hal ini diungkapkan oleh Allah swt dalam firman-nya:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ
"....Diwajibkan atas kamu berpuasa (bersaum)..."(QS.Al-Baqarah;183)
Sedangkan menurut istilah (termonologi), "sahum berarti menahan yang tertentu dari sesuatu tertentu pada masa tertentu dari orang tertentu "(Imam Nawawi dalam Al Majmu'). Ada pula yang mengartikan ;"menahan sesuatu karena Allah dari segala yang membatalkan puasa dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari(maghrib).
Yang membatalkan puasa secara umum di bagi kedalam dua kategori:
- Membatalkan puasa itu sendiri, yaitu makan, minum, bersetubuh di siang hari ketika puasa, hilang ingatan.
- Membatalkan pahala puasa, seperti melihat yang diharamkan Allah, menggibah, emosi, yang berlebihan,dll. Sehingga puasanya tidak mendapatkan apa-apa sebagai mana sabda Nabi saw:
Berapa banyak orang yang puasa, tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga(HR.Bukhori).
- Maksud dan Tujuan Puasa
1. Menjalankan perintah Allah, terutama puasa wajib, sebagai mana firman-nya:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah;183)
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagai mana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah;183)
2. Meraih predikat takwa, sehingga akan mudah mengamalkan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya di masa yang akan datang dengan asbab berlatih menahan diri dalam berpuasa.( Al-Baqarah ;183)
3. Mendapatkan ampunan dari Allah swt, sebagai mana sabda Nabi saw, berikut:
"Barang siapa yang berpuasa disertai iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya di masa lalu di ampuni."(HR.Ahmad).
4. Dapat mengekang hawa nafsu (syahwat), sabda Nabi Saw:
"Hai para pemuda barang siapa diantara kamu mampu kawin (menikah), maka kawwinlah. Karena sesungguhnya dia dapat menundukkan dan dapat menjaga kemaluan, dan barang siapa tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu merupakan pengekang baginya.(HR.Muslim).
Alhamdulilahrobil'alamin, ikhwan dan akhwatufiddin sekalian yang di hormati oleh Allah swt, sampai di sini dulu pembahasan tentang pengertian sahum (puasa) mudah-mudahan kita semua bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari pembahasan kita kali ini.Dan paling penting adalah kita semua bisa memasukan dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita bisa termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan bertawakkal,Aamiin Ya Aallah Ya Robbal'alamin.
0 Response to "Pengertian Sahum (Puasa)"
Post a Comment