Tata Cara Pelaksanaan Shalat
Alhamdulilahirobbil'alamin ikhwan dan akhwatufiddin sekalian yang di rahamati oleh Allah swt, bertemu lagi nih kita di cennel yang sama. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadiroti Robbi, yang mana telah memberikan kita beribu-ribu nikmat yang tak terhingga, terutama yang paling utama adalah nikmat iman dan islam.
Shalawat beserta salam marilah kita curahkan kepada jung-jungan kita Nabi besar Muhamad saw. Kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, para ulama, para tabi'in,dan mudah-mudahan sampai أ kepada kita semua sebagai penerus rishalanya,Aamin Ya Allah Ya Robbal'alamin.
Baiklah, saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Allah swt, alhamdulilah sekarang penulis ingin kembali berbagi kepada saudara-saudara sekalian.Mudah-mudahan apa yang kita nitkan dan pelajari saat ini, menjadi bekal untuk tetap kita berada melangkah, berjuang, dan istiqomah dijalan-nya, Aamin.
Alhamdulilah penulis disini insa Allah ingin berbagi sedikit tentang Tata cara pelaksanaan Shlat. Shalat adalah tiang agama, karenanya shalat harus didirikan dengan benar sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi Saw, sebagaimana sabdanya:
صلو کم رأ يتمو ني أ صل لبجا ر ی و مسلم
"Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat," (HR. Bukhori dan Muslim)
Shalat yang sesuai dengan contoh Nabi harus memenuhi minimal 2 perkara penting, yaitu mengetahi tentang ilmu-ilmu yang berkaitan dengan shalat, dan melaksanakannya sesuai tertib sebagaimana dicontohkan oleh beliau, yaitu di awal waktu (bagi laki-laki dan perempuan), berjamah dan di masjid (bagi laki-laki). Sedangkan ilmu tentang shalat diantaranya, syarat sahnya shalat, rukun-rukun shalat, sunnah-sunnah shalat, dan sebagainya.
1. Niat
Tempat niat adalah di dalam hati, adapun melafadzkannya dalam lisan adalah sunnah dan waktu memulainya ketika takbiratul Ihram (takbir pertama), dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, posisi ibu jari setinggi anak telinga menghadap ke arah kiblat.
2. Takbiratul Ihram, yaitu Dengan Mengucapkan "Allaahu Akbar"
Diriwayatkan dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, dari Nabi saw. Bahwa ketika melaksanakan shalat fardhu, beliau memulai dengan bertakbir dan mengangkat kedua tangan beliau hingga sejajar bahu. Beliau saw, melakukan hal yang sama ketika telah selesai membaca bacaan sebelum ruku, juga ketika ketika bangkit dari ruku, Belau tidak melakukan hal tersebut saat duduk,akan tetapi jika bangkit setelah dua kali sujud belau mengangkat kedua tangannya kembali seraya bertakbir." (HR.Abu Daud, Ahmad dan Tirmidzi)
3. Berdiri bagi orang yang mampu, pada shalat Fardhu
Rosululloh saw, melakukan shlat fardhu maupun sunnah dengan berdiri, demi memenuhi perintah Allah swt, sebagaimana firmanNya:
3. Berdiri bagi orang yang mampu, pada shalat Fardhu
Rosululloh saw, melakukan shlat fardhu maupun sunnah dengan berdiri, demi memenuhi perintah Allah swt, sebagaimana firmanNya:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالا أَوْ رُكْبَانًا فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُون
Periharalah semua shalat dan sahlat wustho dan berdirilah dengan tenang karena Allah, jika kamu dalam ketakutan, shalatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaan aman, ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara tersebut).(QS.Al-Baqarah :238-239)
Shalat wusthaa ialah shalat yang di tengah-tengah dan yang paling utama.ada yang berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan shalat wusthaa ialah shalat Ashar.Menurut kebanyakan ahli hadits, ayat ini menekankan agar semua shalat itu dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
4. Meletakan Tangan Kanan Di Atas Tangan Kiri
Sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidina Jabir r.a, dalam sebuah hadis:
"Rosulullah saw. Pernah berjalan melewati seorang yang sedang shalat. Orang tersebut, meletakkan tangan kirinya di atas tangan kanannya, lalu beliau saw, melepaskan tangan tersebut dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. "(HR.Ahmad dengan sanad yang sahih)
5. Mengerahkan Pandangan Ke Tempat Sujud
Hal ini berdasarkan keterangan Al Baghawiy dalam syarhus sunnah:
"Melihat sesuatu tidak masalah di dalam shalat,akan tetapi yang lebih afdal adalah mengerahkan pandangan ke tempat sujud."
6. Membaca Doa Iftitah
Sabda Rosululloh Saw:
"Setelah Rasulloh saw, bertakbiratul lhrom dalam shalat, maka beliau saw, berdiam sejenak sebelum membaca (Al Fatihah), aku bertanya: "wahai Rasulullah saw, demi ayah dan ibu engkau, tidakkah engkau beritahukan diamnya engkau di antara Takbirotul lhram dan membaca surat, apakah yang engkau ucapkan? Belau Saw, menjawab,aku mengucapkan Ya Allah, jauhkan antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan ufuk timur dari ufuk barat, Ya Allah sucikanlah aku sebagaimana disucikannya kain putih dari kotoran, sucikanlah aku dengan air,air salju dan air dingin."
Alhamdulilahirobbil'alamin, akhirnya selesai juga pembahasan tentang Tata Cara Pelaksanan Shalat Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari pembahasan kita kali ini. Dan yang paling terpenting adalah kita semua memasukan kedalam kehidpuan kita sehari-hari dan kiata bisa termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan bertawakkal,Aamin Ya Allah Ya Robbal'alamin.
Mungkin sampai disini dulu yah, kurang lebihnya saya mohon maaf suaudara-saudara sekalian, sampai berjumpa lagi di pembahasan selanjutnya. Akhirul kallam, wabillahitofiqwalhidayah, Assalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh.
0 Response to "Tata Cara Pelaksanaan Shalat"
Post a Comment