-->

Islam Itu Indah


Sandaran Hidup Manusia 

Sandaran Hidup Manusia
  
Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Alhamdulilahirobil'alamin ikhwan dan akhwatufiddin sekalin yang di rahmati oleh alloh swt, bertemu lagi nih kita di cenel yang sama. Pertama - tama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadiroti Robi,yang mana telah memberikan kita beribu - ribu nikmat yang tak terhingga, terutama yang paling utama adalah iman dan islam.

Shalawat berseta salam marilah kita curahkan kepada jungjungan kita Nabi besar Muhamad saw. Kepada keluarga nya, sahabat-sahabat nya, para ulama, para tabi'in, dan mudah-mudahan sampai kepada kita semua sebagai penerus rishalahnya,Amin Ya Allah Ya Robbal'alamin.

Baiklah, saudara-saudara sekalian yang dirahmati oleh Alloh swt, alhamdulilah sekarang penulis ingin kembali berbagi kepada saudara-saudara sekalian. Mudah-mudahan apa yang kita niatka  dan pelajari saat ini,menjadi bekal untuk tetap kita berada melangkah, berjuang,dan istiqomah dijalan-nya, Aamin.

Alhamdulilah penulis disini isaya alloh ingin berbagi sedikit tentang sandaran hidup,yang memang kita tanpa adanya hal tersebut,kita akan sulit sekali untuk mendapatkan Ridho Allah dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.Maka dari itu marilah kita simak shariah kita kali ini.

Sandaran Hidup Manusia

Dalam kehidupan kita sebagai makhluk Allah Swt,ada kewajiban - kewajiban yang mesti kita jalani, agar biasa bisa tercapainya kesempurnaan amal ibadah yang kita kerjakan sehari-hari. Maka dari itu manusia haruslah menyandarkan hidupnya kepada dua hal ini, yaitu:

1. Taqwa

perkataan taqwa sudah tidak asing lagi kedengarannya ditelinga kita. Taqwa berasal dari kata Ittiqa yang dalam garis besarnya memiliki dua makan,yaitu :

a. Takut

Tapi takut disini yaitu takut menurut ajaran islam. Yaitu takut hanya kepada Allah dan tidak takut kepada yang lainnya. Sifat taqwa ini sangatlah penting bagi tiap-tiap orang yang hendak berbakti dan mengabdi kepada Allah.Sebab jika dia masih mempunyai rasa takut selain kepada alloh, niscaya amal ibadah dan baktinya di hadapan Allah tidak akan berubah dengan sempurna.

b. Berjaga-jaga Diri atau Hati-Hati

Yaitu berjaga diri dan hati-hati didalam tingkah laku dalam setiap amal perbuatan, baik yang bersifat umum ('am) maupun yang khusus (khas). Semuanya tidak boleh keluar dari kolidor ajaran agama islam. Taqwa berarti waspada, berhati-hati, tertib dan teliti dalam menjalankan kewajiban terhadap perintah - perintah Allah. Seseorang yang bertaqwa (muttaqie) dia akan tahu terhadap peraturan-peraturan syari'at agama islam dan batas -batasnya, kemudian dia tidak suka dalam hal melampaui batas-batas tersebut.
Dalam surat Ali lmron ayat 102, Allah berfirman :

"Hai orang-orang yang beriman,bertaqwalah kepa Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepada-nya; Dan jangan lah sekali -kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." 

Dalam surat Ath - Thagabun ayat 16 pun, Allah berfirman;

"maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut  kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahaknlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung".

Dan Allah pun berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 197, yang artinya:

"Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dan bertaqwalah kepada-ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat".

Abu Usamah Bin Ajlan Albahily r.a berkata:'saya mendengar Rosulullah berkata;'saya telah mendengar Rosulullah Saw ketika berkhutbah di Hajjatil Wada'bersabda: Bertaqwalah kepada allah, sholatlah lima waktu, puasalah bulan Ramadan, tunaikanlah zakat hartamu,dan ta,atalah kepada pimpinanmu, niscaya kamu akan masuk surga yang disediakan oleh Robb-Mu;(HR.At-Tirmidzy).

2.Tawakkal 'ala-Llah

Sandaran hidup yang kedua adalah tawakkal'ala-Llah yang berarti 'penyerahan diri'kepada Allah. Bukan penyerahan diri yang tidak disertai dengan 'amal, melainkan Tawakkal adalah penyerahan diri yang dibarengi dengan melakukan doa, usaha, langkah, gerak dan ikhtiar. Seperti halnya Allah berfirman dalam surat Hud ayat 56,yang berbunyi:

"Sesungguhnya aku bertwakkal kepada Allah Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Tidak stupun makhluk bergerak(bernyawa) melainkan Dia-lah yang Memegang ubun - ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhan-ku di jalan yang lurus (adil)."

Sedikit berlainan dengan sifat taqwa, tawakkal itu tidak tampak atau tidak kasat mata, melainkan letaknya pun ada di dalam hati. Sebab tawakkal itu adalah 'sikap ruh manusia didalam tunduk,taat, takluk dan patuhnya kepada Allah.Dan Allah pun berfirman dalam Al-Anfal ayat 2,yang artinya:

"Sesunggunya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut Nama Allah 357 gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat -nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal".

Jika manusia menghendaki hidup yang sempurna, hidup yang diridhoi oleh Allah, hidup yang mengharapkan Rahmat Allah, maka dua hal ini tidak dapat dipisahkan, yaitu tawakkal dan taqwa. Allah berfirman dalam surat At-Talaq: 3

"Dan Dia Memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan Mencukupkan (keperluan)nya. Sesunggunya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

Jika orang bertawakkal tidak dibarengi dengan bertaqwa, dengan mudahnya akan timbul sifat 'menerima taqdir dengan tidak berusaha; atau sebalinya bisa jadi menumbuhkan sifat 'nekad atau membuat-tuli'.

Dan sebaliknya jika orang hanya berpegang kepada taqwa, tanpa dibarengi dengan tawakkal, maka akan mudah sekali menimbulkan hati yang was-was dan syak, yang merupakan bentuk -bentuk penyakit di dalam ruhaninya.

Alhamdulilahirobil'alamin, akhirnya selesai juga pembahasan tentang sandaran hidup manisia ini, mudah-mudahan kita semua bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari pembahasan kita kali ini. Dan yang paling terpenting adalah mudah-mudahan kiata semua bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita bisa termasuk kedalam golongan orang-orang yang bertaqwa dan bertawakkal,Aamiin ya  Allah Ya Robbal'alamin.

Mungkin samapai disini dulu yah, kurang lebihnya saya mohon maaf saudara - saudara sekalian, sampai bejumpa lagi di pembahsan selanjutnya. Akhirul kallam, wabillahitofiqwalhidayah, Asalamu'alaikum warohmatulohi wabarokatuh.







0 Response to "Islam Itu Indah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel